Dukung Produktivitas Kopi, Program ICARE Kembangkan IPAP dan Irigasi Hemat Air di Tanggamus
Tanggamus, Lampung – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kopi terus dilakukan melalui penguatan infrastruktur pengelolaan air pertanian. Melalui Program ICARE, pengembangan Infrastruktur Panen Air Pertanian (IPAP) dan irigasi cerdas hemat air dilaksanakan di Desa Sukamaju, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Kegiatan ini bertujuan mendukung ketersediaan air bagi tanaman kopi, khususnya dalam menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau. Selama ini, petani kopi setempat masih mengandalkan irigasi tradisional dan curah hujan, sehingga berisiko mengalami pemborosan air serta penurunan produktivitas ketika terjadi kekeringan.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan koordinasi dan pendampingan bersama BRMP Lampung, penyuluh pertanian, Koperasi Srikandi, serta para petani di Desa Sukamaju. Sinergi ini menjadi langkah penting untuk memastikan pengembangan infrastruktur dan penerapan teknologi sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Kegiatan lapangan meliputi survei kebun kopi, pemetaan batas dan kontur lahan menggunakan teknologi drone, serta perencanaan pembangunan sumur pompa sebagai sumber air alternatif. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan perencanaan infrastruktur pengelolaan air yang sesuai dengan karakteristik lahan.
Selain pengembangan infrastruktur, program ini juga diarahkan pada penerapan teknologi irigasi modern berbasis pemantauan kelembapan tanah, suhu, dan curah hujan secara real-time. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani mengatur pemberian air secara lebih tepat, efisien, dan sesuai kebutuhan tanaman.
Melalui pengembangan IPAP dan irigasi hemat air, Program ICARE diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air, mengurangi risiko kekeringan, serta mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kopi di Kabupaten Tanggamus.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga teknis, koperasi, dan petani menjadi kunci dalam mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. Langkah ini sekaligus mendukung terwujudnya pertanian yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan.